QM Module – The Beginning.. :D

Until last week, I was officially responsible only for PP module, but since everyone knew that PP-QM as 1 package, then here I am, starting learn to bear responsibility for this module also.. :D

I was only knew a little about QM-PP integration, I also knew not much about QM-MM integration, I only run the module based on my limited knowledge about PP-QM-MM integration. There was no problem on daily activity. The problem start when our company need to do preparation for new Production Plant. We have no IT functional for QM module, because management assign the IT functional from affiliated company to handle QM for both company (Go Live 2011). And now, I Officially handle both PP & QM module yayayy.. not sure if i’m happy or panic.. LOL

So far I think I will be able to handle both PP & QM, from both module I hope I can learn their integration with MM also. I really hope this experience will become my advantage for the future. by the way, I will glad to join any of your company in europe –> big dreamer.. LOL

OK then, Ganbarimasho Minna San.. (^o^)/

Field overflow in routine WERT_SIMULIEREN in field NEUER_PREIS 2nd

This message usually appear when we do order confirmation on month end period, still don’t know why this error message appear, but I want to suggest several thing that may can help:

  • Please make sure that controlling module doesn’t start any process yet (settlement or actual splitting maybe..)
  • Entry the same document date as posting date
  • If any of this still doesn’t work, then go to COGI, ‘Save’ transaction. If you find any problem, try to change the view to ‘Individual Record’ first, then try again to ‘Save’ the transactions.

I really hope to hear from you how to resolved this error message, and I wish you luck with your month end closing at least.., hope your boss didn’t standing beside you waiting, like mine.. LOL

So simple, yet so hard..

Since we always have unexpected difficult time with error message :D then I like to make summary as reminder in case we forget again and againn.. :P about this small? *humm not quite sure..* LOL things

♥ OR Order quantity exceeded :

When you do confirmation to production order that already confirm or have CNF status, this message will appear, the confirmation can still be ‘Save’, but the transaction will go to COGI.

  • Go to CO02 to change order, Thick ‘Unlimited Overdelivery’ on “Good Receipt” Tab and then ‘Save’. You now can make confirmation bigger than order quantity
  • To generate Order automatically with “Unlimited Overdelivery” status, you can change material master on “Work Scheduling” View, thick ‘Unlimited’ on Tolerance Data.

Error occurred in derivation rule :

When I tried to do testing for order confirmation on new plant, this message appear.

  • Don’t panic, just contact your FICO module to assign FM area to the new plant  :P

Coverage not provided by master plan :

I’m not actually sure is this the right error message or not, when I tried to run MPS to generate planned order from PIR, it didn’t work for some materials, i did check the master data and all seems perfect (Purchasing View, MRP View, BOM, Routing, Production Version consistency, Quota Arrangement, etc).

  • Later, I found that something wrong with my Requirement Type, it was LSF instead of BSF.  After I change the Req. type on MD62 my problem solved. everything is always more complex if you try it on testing client, with everyone can change whatever they want.. =_=”

Gilmore Girls Lyrics – Help Please

Wanting you the way I do
I only want to be with you
And I would go to the ends of the earth
Cause, darling, to me that’s you’re worth

Where you lead, I will follow
Anywhere that you tell me to
If you need, you need me to be with you
I will follow where you lead

If you’re out on the road
Feeling lonely, and so cold
All you have to do is call my name
And I’ll be there on the next train

Where you lead, I will follow
Anywhere that you tell me to
If you need, you need me to be with you
I will follow where you lead

I always wanted a real home with flowers on the windowsill
But if you want to live in New York City, honey, you know I will
I never thought I could get satisfaction from just one man
But if anyone can keep me happy, you’re the one who can

And where you lead, I will follow
Anywhere that you tell me to
If you need, you need me to be with you
I will follow where you lead

My First ‎عيد الفطر ‘Īdu l-Fiṭr without My Pa

Hampir 5 bulan Papa pergi.. berpulang kepada Sang Pencipta. Pada 20 April yang lalu kabar mengejutkan saya terima dari kakak laki2 saya yang tinggal di Jakarta bahwa Papa sudah tidak bersama kami. Tidak percaya, itu perasaan yang ada, tapi setelah mendengar suara adik perempuan saya paling kecil yang menangis histeris via telpon, dan suara mama yang panik jadi latar belakang percakapan kami, mau tidak mau berita itu harus saya terima.

Masih dengan setengah bengong, saya menyampaikan berita tersebut kepada adik perempuan yang kuliah di Mataram. Terisak, sedih, dan setengah tidak percaya menjadi urutan reaksi yang saya dengar. Sekitar jam 10.15 PM berita itu datang, tetapi sampai jam 11 PM saya masih tidak tau harus berbuat apa.

Saya tau mama panik, tapi saat itu saya dalam kondisi tidak tau harus berbuat apa, saya tidak menangis, dan tidak berbuat apa-apa, hanya bengong dikamar dan benar2 tidak tau harus berbuat apa. Akhirnya saya memutuskan harus mengusik mama dengan suara telpon, tanpa ide yang jelas saya harus mulai darimana.

Nada sambung terus menerus akhirnya membuat rasa panik mulai tumbuh. Setelah sekian lama akhirnya rasa takut juga mulai datang. Panik dan takut sekejap membuat saya sedih karena semakin bingung tidak tau harus berbuat apa. Dengan pasrah akhirnya saya mengirim sms untuk mama, dengan text “mama..” karena tidak terpikir mau sms apa.

Dalam diam saya duduk ditempat tidur menunggu, sms-sms dari teman2 masuk satu persatu, entah darimana mereka mendapatkan kabar, saya bisa merasakan ketulusan dibalik semua kata-kata yang terkirim untuk saya, perasaan haru seketika datang saat melihat dering telpon dari mama, terus terang saya tidak ingat bicara apa saat itu, tapi mama mungkin sudah terbiasa, dan sigap memberi arahan agar saya bersiap2 untuk mencari pesawat paling pagi.

Pagi buta, saya duduk menunggu taksi didepan kos, pertama kalinya saya merasakan duduk dibangku kayu yang biasanya menjadi tempat ngobrol2 warga veteran gang Vc, warung kopi didepan kos yang biasanya selalu ramai saat itu kosong, hanya ada saya dan malam yang belum sepenuhnya meninggalkan hamparan langit. Suasana saat itu semakin menambah perasaan sepi, saat itu harapan saya hanyalah mendapatkan tiket pesawat sby-mtrm pukul 6.00 AM.

Sampai dibandara saya harus menghadapi kenyataan pahit, bahwa tidak ada pesawat pagi untuk sby-mtrm, calo-2 tiket yang ngotot untuk menawarkan bantuan semakin membuat perasaan saya kacau. Saya duduk dengan perasaan setengah putus asa, saya mencoba menelpon beberapa teman untuk meminta bantuan dan informasi, tetapi tetap tidak menemukan solusi, ditengah kegundahan yang mulai mengguncang kondisi saya, telpon dari mama berdering lantang, nada putus asa mulai terdengar saat saya menyatakan tidak ada pesawat pagi, kemudian adik laki-laki Papa mulai bicara dari seberang telpon, bahwa tidak mgkn bagi saya untuk ikut melepas kepergian Papa, memaksakan diri dan keadaan agar bertemu jasad Papa untuk yang terakhir kali bukan suatu hal yang baik bagi Papa, dengan penuh kesadaran saya menjawab “iya”, dengan sepenuh hati saya menerima bahwa Papa akan dimakamkan pukul 10.00 AM WITA. Tanpa sengaja air mata mulai bergulir satu-persatu, air mata yang sebenarnya sejak semalam saya pertanyakan didalam hati.

Setengah berlari saya berusaha mencari tiket dari ujung bandara Juanda yang satu ke ujung lainnya. Dalam kepasrahan saya justru menemukan kekuatan untuk mencari alternatif penerbangan melalui Bali agar bisa connecting dengan pesawat Mataram-Sumbawa pukul 9.15 AM Yup, surabaya-mataram adalah tahap awal dari perjuangan saya, karna perjuangan yang sebenarnya adalah sampai di Sumbawa sebelum pukul 10.00 AM :(

Jawaban2 yang ada mulai membuat saya marah, akankah saya menyerah, ataukah saya masih kurang berusaha? pilihan untuk pasrah mengantar saya ke salah satu maskapai penerbangan, saya putuskan untuk mengambil jadwal 11.30 AM sby-mtrm seperti rata2 penerbangan di semua maskapai, jawaban “Full” membuat saya benar2 marah, saya sadar calo-calo yang bertebaran mulai tidak sabar dengan penolakan saya. Jawaban “Full” dengan pandangan waspada membuat saya curiga, marah dan membuat saya ingin mengikat para calo dibangku bandara agar mereka mengikhlaskan saya untuk mencari alternatif penerbangan Jawaban “Full” yang penuh tanda tanya kembali membuat saya ragu, apakah sebenarnya kesempatan itu masih ada??. Saya berusaha untuk terakhir kalinya, dengan kesimpulan akhir: connecting melalui Bali sudah tidak ada lagi yang pas, hanya membuat saya sampai di Mataram lebih sore daripada penerbangan langsung sby-mtrm. Kenyataan tersebut lebih pahit, karena beberapa maskapai kembali menolak saya dengan kata2 “Full”, sedangkan kerumunan calo mengikuti kemanapun langkah saya pergi.

Dengan emosi yang tidak stabil, saya kembali ngotot diloket Merpati sambil berusaha menahan tangis dan entah kenapa, akhirnya mereka memberi jawaban “Ada”, tiket yang akhirnya ada ditangan saya membuat saya tidak mampu lagi menahan air mata terima kasih dan maap sebesar2nya untuk mas penjaga loket Merpati, karena beberapa kali agak saya bentak terkait alternatif connecting dari Bali :p

Diruang tunggu keberangkatan, saya berusaha mengatasi emosi saya yang sangat tidak stabil, saya sadar akhirnya emosi saya bangkit, mungkin sejak mama menelpon saya pagi itu dibandara, karena hal tersebut menandakan Papa benar2 sudah tidak ada didunia ini hanya Tuhan yang tau, betapa saat itu saya berharap dokter dirumah salah diagnosa betapa tidak.. ? Papa meninggal tanpa mengalami sakit keras terlebih dahulu, sejak pagi Papa masih menjadi dokter jaga di Klinik yang ditangani Papa di Sumbawa, siang kembali kerumah dengan keadaan sehat, makan, ngobrol dgn Mama dan Nina, serta nonton TV seperti biasa, malam saat akan kembali untuk jaga di Klinik, tiba2 serangan jantung itu datang dengan gambaran kesakitan yang sangat luar biasa padahal Papa bukan perokok dan tidak pernah menyentuh minuman beralkohol :(   walaupun dalam kondisi kesakitan, tapi Papa masih bisa berkomunikasi dengan baik, dan dengan kesadaran yang sempurna, kondisi tersebut bahkan membuat Mama dan Nina tidak berpikir terlalu jauh, panik tentunya, agar kesakitan Papa cepat berlalu, tetapi bukan rasa panik karena merasa akan ditinggalkan Papa.

Saat itu sekitar jam 7.00 AM, dengan perasaan sedih saya berjalan berusaha mencari Lounge yang sepi sebagai antisipasi jika saya tiba2 menangis diluar kendali, dengan tampang sedikit mikir didepan Platinum Garuda Lounge dan mgkn sedikit blo’on saya bertanya2 didalam hati, apakah garuda executive lounge untuk Platinum member bisa menerima cash.. karna disana hanya ada 2 orang saja.. :p beruntung mgkn saja, tiba2 ada salah satu petinggi sisfo dgn jadwal pagi menyapa saya dari belakang, dan kemudian mengajak saya masuk karna memiliki jatah untuk 2 orang. Saya ikut saja, karena sekaligus saya harus ijin dari kantor bukannya tidak bertanggung jawab, tapi tau sendiri semalaman saya gak tau harus berbuat apa.. :( setelah dengan sangat susah payah saya berusaha bicara untuk minta ijin pulang karena Papa meninggal, hanya sampai kata ‘Papa’, sedangkan kata ‘meninggal’ tidak bisa keluar, si bos harus menunggu 1 jam kemudian untuk tau kenyataannya akhirnya saya tidak bisa diajak komunikasi lagi oleh bos saya tersebut, karena sisa waktunya saya kembali menangis, terutama sekitar jam 10.00 AM WITA – saat2 Papa akan dimakamkan

1 Syawal 1432 H, kami sekeluarga kembali mengunjungi makam Papa, masih dengan tambahan 1 anggota baru yaitu Ara,  cucu pertama dikeluarga kami, saat itu seharusnya menjadi saat pertama kali pertemuan Papa dengan cucu laki2 tercinta, tapi Tuhan berhendak lain, Ara bahkan tidak bisa mengejar jasad kakeknya, baik saya maupun Mas Yogi kakak laki2 saya, sampai dirumah malam hari setelah Papa dimakamkan.

Kesedihan yang saya rasakan masih sama persis dengan saat pertama kali berita itu datang. Saya ikhlas dengan kepergian Papa, tapi air mata mungkin juga mengandung arti lainnya, satu kesalahan yang selalu saya sesali, yang hanya bisa saya akui didepan Mama dengan tangisan yang meraung2 sehari setelah Papa diantar ke peristirahatan terakhir. Kesalahan kecil yang sangat berarti buat saya, diam tak selamanya emas, dengan diam saya telah melakukan kesalahan yang paling kejam yang masih saya sesali sampai detik ini. Kini saya tidak mampu lagi menciptakan kesempatan untuk berbincang dengan Papa, kesempatan untuk mohon ampun, kesempatan untuk membalas hutang budi sebagai anak.

“Kalau Papa waktu itu dibawa ke Rumah Sakit, kira2 Papa bisa sembuh gak ya Ma?”, tanpa maksud menuduh atau menyalahkan pertanyaan itu meluncur keluar dari mulut saya, sedetik kemudian saya sadar bahwa itu adalah pertanyaan yang benar2 salah, apalagi untuk dilontarkan di hari kedua setelah kepergian Papa jawaban Mama membuat saya terdiam, tentu saja mama sudah melakukan yang terbaik, saya percaya, dan saya selalu melihat buktinya, dan tentu saja saya tidak meragukan keputusan Papa untuk tetap tinggal dirumah, Papa lebih tau keadaan saat itu, dan Mama sudah melakukan yang terbaik untuk Papa. Apapun itu, Papa sudah memutuskan, walaupun sebenarnya Rumah Sakit hanya sejengkal dari tembok rumah kami Yup, rumah kami saat itu persis disebelah UGD RSU Sumbawa, dan Papa adalah dokter paling senior saat itu, dan juga merupakan putra daerah, pernah menjadi Kepala RSU dan sisa masa jabatannya sebagai Kadinkes, saya pikir hal2 tersebut cukup untuk memperoleh prioritas sesuai hak2nya, seperti hak-hak lainnya yang selama ini tidak pernah Papa tuntut Abang Lukman yang waktu itu juga ada diruangan tiba2 bersuara, “apa? apa tadi?” kemudian Bang Luk mengutip ayat Al-Qur’an yang isinya kurang lebih merupakan Al-’A`rāf ayat 34:

Surat Al-’A`rāf: 34

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Sahih International:

And for every nation is a [specified] term. So when their time has come, they will not remain behind an hour, nor will they precede [it].

Indonesian:

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.

Ikhlas dan tabah adalah beberapa hal yang bisa kami lakukan. Dengan kesedihan dan penyesalan yang demikian, seminggu kemudian kurang lebih saya bermimpi Papa, dalam mimpi saya, Papa tidak berniat bicara banyak hal, hanya tersenyum, dan senyumnya adalah senyum yang jarang sekali saya lihat, matanya juga memancarkan senyum kepada saya, tanpa pikiran apapun terlintas dibenaknya, hanya tersenyum, sambil memegang perutnya, seakan2 senang dengan kondisi badannya yang waktu itu terlihat sangat sehat saat itu saya berusaha berkata2 banyak hal, dalam kondisi panik seingat saya, saat itu Papa hanya berkata satu hal, “iya, saya rasakan Nana datang, tapi lamaa..”, dan memang benar, kenyataannya hanya Nana dari Mataram yang sempat mengejar Jenazah Papa. Saat terbangun saya berusaha mengingat perasaan saya dalam mimpi, perasaan paling bahagia yang pernah saya rasakan.

Walau demikian, penyesalan terkadang kembali muncul dipermukaan, dan terkadang saya tidak berani membayangkan kondisi Papa disana, saya menangis dan berdo’a agar Papa diberikan yang terbaik disana. Kemudian beberapa cerita tentang mimpi muncul dari beberapa kenalan Mama dan Papa, dan semuanya hampir sama, bahwa mereka melihat Papa didalam rumah yang megah, cerita itu sedikit menenangkan. Dan perasaan haru saya terhadap masyarakat Sumbawa, bahwa Papa merupakan sosok yang baik di mata mereka, saya tidak bisa melihat langsung tetapi dari beberapa teman juga mama, bahwa teman saya baru kali itu melihat banyaknya orang2 yang mengantarkan jenazah, bahwa Mama sempat terkejut sewaktu mulai keluar dari rumah dan melihat mereka yang ingin ikut mengantarkan Papa sedemikian banyaknya, dan beberapa kali shalat jenazah dilakukan dirumah untuk Papa, bahkan permintaan khusus agar jenazah Papa dimampirkan ke Mesjid Amal Bakti Pancasila jika belum ada perubahan nama :p karena sedemikian banyaknya yang ingin ikut dalam shalat jenazah untuk Papa.

Papa tidak mengajarkan hal2 yang dilakukan olehnya kepada kami anak2nya secara lisan, bahkan kami jarang berinteraksi sebagai Papa dan anaknya salah satu kekurangan Papa, jarang komunikasi dengan kami anak2nya :p tetapi kami anak2nya merasakan segala perbuatannya melalui contoh2 yang secara alami menjadi cerminan keyakinannya setiap harinya. Satu hal yang menjadi contoh besar dari Papa adalah tidak mengambil suatu apapun yang bukan menjadi hak kita, dan saya rasa semua orang mengakui Papa merupakan salah satu pejabat yang tidak menyentuh hal2 berbau korupsi, bahkan beberapa orang berkata kepada saya bahwa Insya Allah Papa termasuk orang2 yang selamat, jika mengingat perjalanan hidupnya selama ini آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

Papa mungkin merupakan tokoh masyarakat Sumbawa yang perlu menjadi teladan, tetapi Papa tetap adalah seorang manusia yang punya banyak kekurangan, perhatiannya untuk orang lain biasanya lebih diutamakan dibandingkan memberikan perhatiannya untuk keluarga. Hal itu sangat kami sadari, dan sebisa mungkin kami pahami dan kami terima, hanya saja terkadang timbul kesulitan tersendiri dalam menanggapi kenyataan tersebut. Hal tersebut yang kemudian mengantarkan saya kepada kesalahan terbesar saya terhadap Papa, yang sampai saat ini masih saya tangisi. Sampai saat ini saya masih berharap dapat menyampaikan permohonan maaf saya kepada Papa, dan mohon ampun jika saya tidak cukup berbakti kepada Papa. Dari seorang sahabat saya mendapat 2 potongan ayat untuk mengurangi kecemasan dan kesedihan saya:

Surat Nūĥ: 28

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ

Sahih International:

My Lord, forgive me and my parents,

Indonesian:

Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku,

Surat Al-’Isrā’: 24

وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Sahih International:

and say, “My Lord, have mercy upon them as they brought me up [when I was] small.”

Indonesian:

dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.

Untuk Papa dan Mama,  I love you both equally.

Tulisan ini saya buat untuk mengenang Papa saya tercinta Ziad Umar, mudah2an Papa sudah menerima permintaan maaf dari Neni, dan semoga amal ibadah Papa diterima oleh Allah SWT, serta mendapatkan tempat yang terbaik disisi Allah SWT – آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

Jangan Bersedih.. :)

Banyak hal-hal yang seringkali membuat kita kecewa, tetapi kita harus bisa berbesar hati untuk menerimanya. Pada saat kita bersedih dengan kemarahan didalamnya, janganlah berharap bahwa akan ada seseorang atau hal lain yang bisa membalaskannya, karena hal tersebut hanya membuat kita selalu mengingat kemarahan kita, dan berulang kali akan membuat kita kembali bersedih. :(

Sebaiknya kita memikirkan hal lain yang lebih penting, dan lebih baik tidak menoleh kebelakang. Kehidupan kita memiliki waktu yang sangat pendek, yang biasanya tidak cukup untuk memahami setiap nilai kebijakan yang sebenarnya terjadi pada diri kita, janganlah waktu yang pendek ini kita habiskan dengan kemuraman dan kesedihan. Allah tidak akan pernah melupakan mereka yang tabah dan sabar. :)

Ganbatte..!!  :D

17 Agustus Tahun ’45

Pagi2 buta udah persiapan berangkat ke Jakarta, tiket pesawat jam 6.00 AM, mumpung tanggal merah brkt pagi aja biar bisa sambilan ini itu sama sodara atau teman pengennya sama semua orang klo waktunya cukup :p sampe Soetta, langsung ngeloyor pesen taksi bandara, biasanya langganan sekantor di Laks bukannya iklan, tp harganya gak beda jauh ama taksi biasa.. dan jauh dibawah siburung biru, +Tol udah ditanggung :D akhir kata waktu si mbak yang jaga mau bikinin kwitansi taksi, dia malah nanya ke mas2 temennya dia jaga “sekarang tanggal berapa ya?”, spontan si mas malah nyanyi lantang.. “Tujuh Belas Agustus Tahun Empat Limaa.. Itulah Hari Kemerdekaan Kitaaaaa…!!!!”, mau gak mau jadi ikutan ketawa liat si mbak menunduk dan tersipu2 malu.. :D

Dirgahayu Kemerdakaan RI ke-66

Semakin Jaya Indonesiaku.. (^^)/

HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS PART 2

Film Terakhir dari Buku terakhir Harry Potter karangan J.K. Rowling. Ada adegan yang agak beda dengan bukunya, dan ada juga yang disingkat, tapi cukup menjawab keinginan pembaca untuk melihat dunia sihir yang dikisahkan oleh penulis.

Akhirnya terjawab misteri pembunuhan The Great Wizard Dumbledore, ternyata dumbly sendiri yang merancang kejadian pembunuhan atas dirinya, hal ini BUKAN karena dia takut sama Voldie J.K Rowling sebenarnya tdk suka panggilan kecil voldie yang diberikan oleh pembaca setianya diforum2 dunia maya, karena bisa mengurangi image Dark Lord yang ia ciptakan.. :p tetapi karena dumbly terlanjur terkena mantra kutukan pada saat menghancurkan salah satu dari horcrux Voldemort buku/film ke-6 ;) akhirnya dia membuat skenario agar Snape membunuhnya menggantikan Molfoy untuk mengelabui voldie mengenai kepemilikan Elder Wand yaitu Tongkat Sihir terkuat yang saat itu ada ditangan dumbly, ternyata dumbly sudah membaca gerak gerik voldie yang sedang mencari tongkat tsb.

Misteri kepemilikan ini sedikit rumit, pada akhirnya voldie tetap tertipu karena setelah beberapa lama merasakan bahwa tongkat tersebut tidak mengeluarkan kemampuan sebenarnya, dia mengira kepemilikan Elder Wand ada ditangan Snape yang telah membunuh Dumbly, padahal kepemilikan Elder Wand sebenarnya ada ditangan Molfoy yang sempat melucuti tongkat dumbly sebelum akhirnya Dumbledore dibunuh oleh Snape. Dan secara tidak sadar di pertempuran terakhir Voldie bahkan menggunakan Elder Wand melawan Harry yang sebenarnya telah mengambil alih kepemilikan Elder Wand setelah melucuti tongkat Molfoy pada saat bertempur dirumah Molfoy akibat tertangkap oleh Bellatrix.

Selain itu Voldie juga tidak menyadari bahwa secara tidak sengaja dia membuat Harry menjadi tempat menyimpan Horcrux-nya yg ke-8 ketika dia terbunuh saat ingin membunuh Harry sewaktu bayi.

Dan disini kita baru benar2 tau mengenai karakter Snape yang sesungguhnya. Diluar dugaan Snape adalah orang yang sangat mencintai ibu Harry bahkan sampai pada saat2 terakhir dia terbunuh oleh voldie, dan hal ini juga menjawab kesetiaan Snape berada pada Dumbledore bukan pada Voldemort yang selama ini selalu membuat bingung kedua belah pihak penyihir hitam dan pihak dumbly dan juga bikin bingung pembaca.. >,<

Karakter Snape yang awalnya dianggap menyebalkan berubah drastis menjadi karakter yang sangat mengharukan klo perlu baca deh buku yang ke-7 benar2 membuat pembaca merasa bersalah karena selama ini salah paham.. hukkss TT__TT dan akhirnya menjadi karakter favorite pembaca d(^^)b

Nodame Cantabile

Buat kalian yang suka kekonyolan khas Jepang pasti tergila2 dgn Nodame Cantabile. Mungkin hanya 5% dari penonton yang bilang bahwa ini adalah dorama yg tdk masuk akal. Memang benar, karena beberapa adegannya sangat komikal, seperti saat nodame melompat kearah chiaki berusaha untuk melarang chiaki pindah jurusan, chiaki bergerak menghindar, dan sambil melayang sepatu nodame berterbangan kemudian nodame mendarat disebuah batu besar. Buat saya justru adegan yg seperti ini tidak usah terlalu dipikirkan masuk akal atau nggak, yg jelas lucu banget dan ekspresinya pas banget. Akan banyak kata2 “gyabooo” atau “mukyaa” ciri khas nodame, terutama saat dihajar oleh chiaki, hohoho… (^o^)

TOKOH UTAMA :

Megumi Noda

Mahasiswa tingkat 3 jurusan piano di akademi musik Momogaoka. karakternya super jorok dan super aneh. Suka mencuri mkn siang teman sekelasnya, malas keramas, malas buang sampah sampai kamarnya penuh sesak dgn sampah. Punya cita2 menjadi guru TK, bersama dengan gurunya “Tanioka” Sensei, nodame sibuk merampungkan kumpulan lagu mojya-mojya dan tarian kentut yg akan menjadi bahan utama saat mengajar di TK nanti. Tapi sesungguhnya nodame memiliki bakat piano yang sangat hebat, nodame tidak serius main piano setelah mendapat tekanan dari guru pianonya semasa dia kecil, sehingga menolak untuk bermain bagus dan serius karena trauma akibat pukulan dari gurunya pada saat Nodame melakukan kesalahan kecil. Bakat ini diketahui oleh chiaki secara tidak sengaja, dan membuat chiaki dengan sangat terpaksa akhirnya merasa terikat oleh rasa kagum terhadap bakat yang dimiliki nodame. :) )

Sinichi Chiaki

Adalah senior nodame dan merupakan siswa nomor 1 di jurusan piano. chiaki adalah mahasiswa tingkat 4 di momogaoka, siswa jenius musik yg sebenarnya bercita2 jadi konduktor. Kemampuannya main biola bahkan lebih baik dari permainan pianonya. Ternyata menjadi jenius bukan hal yg membahagiakan, chiaki justru terpuruk dalam situasinya karena tidak bisa keluar dari Jepang. Sebesar apapun keinginannya untuk jd konduktor tidak akan pernah tercapai jika dia tidak bisa ke eropa, padahal chiaki sudah memiliki guru seorang konduktor kelas dunia yaitu Sebastiano Viera. Pendaratan pesawat darurat saat kembali ke Jepang semasa chiaki kecil adalah terakhir kalinya chiaki naik pesawat dgn meninggalkan trauma yg sangat besar.

Pertemuan nodame dan chiaki yg pertama adalah saat chiaki pingsan didepan apartemen nodame. Chiaki terlalu banyak minum akibat diputuskan oleh Tagaya Saiko (madona jurusan vokal tingkat 4), karena chiaki berulah dan kemudian dipecat sebagai bimbingan “Kouzou Etoh” guru piano paling populer di Momogaoka. Chiaki yg kemudian setengah sadar didalam apartemen nodame mendengar permainan piano dan merasakan permainan nodame yang seolah2 mengalir sambil menggumamkan “cantabile” (mengalir), dgn pikiran yg seolah msh berada ditaman bunga, chiaki tiba2 tersadar bahwa dia berada ditumpukan sampah didalam kamar nodame. Saat itu nodame baru ingat nama chiaki, sambil berteriak “Ahh..!! Chiaki Senpai..!” kemudian berkata lagi “Apakah kmu ingat kejadian tadi malam??” dgn seringai genit, tampang serta rambut yg sangat awut2an dan juga belum mandi, penampakan nodame ini cukup ampuh untuk membuat chiaki ketakutan dan kabur keluar apartemen, kemudian kenyataan yg lebih menarik adalah saat chiaki berada diluar apartemen nodame, ternyata apartemen nodame persis disebelah apartemen chiaki. :) )

Ryutaro Mine

Mahasiswa tingkat 3 jurusan biola, dengan rambut cat pirang yg sangat menyolok dan memiliki karakter yg tdk kalah aneh dgn nodame. Mine bertemu dgn nodame pertama kali saat nodame sedang kabur dari kejaran Maki (karena mencuri onigiri bekal makan siang Maki), nodame tersandung kabel biola listrik yg dimainkan mine. Mine yg marah, berlari keluar ruangan, tetapi kemudian terpesona melihat nodame. Mine kemudian secara reflek meminta nodame untuk memainkan iringan piano pada saat ujian biolanya. Mine adalah siswa yg gagal naik ketingkat 4, sehingga dia membenci musik klasik dan lebih memilih musik rock serta memainkan biola listrik karena beranggapan bahwa orang lain tidak mengerti akan jiwa biolanya. Dengan bekal juara ke-3 Biola Junior semasa kecilnya, mine yakin suatu saat bisa menjadi bintang baru yang diterima oleh masyarkat. :) )

Dorama ini diangkat dari manga yg judulnya jg “Nodame Cantabile” karangan Tomoko Ninomiya. Nodame Cantabile mendapat bintang 5 di website www.doramalover.com dengan jumlah voter/review jauh lebih banyak dibandingkan dorama lainnya.

Dorama ini memperkenalkan kepada kita bermacam2 musik klasik dengan cara yang menyenangkan, sayang sekali klo dilewatkan.. :D

Field overflow in routine WERT_SIMULIEREN in field NEUER_PREIS

Error Message tersebut biasanya muncul saat melakukan konfirmasi Production Order pada saat closing di periode berikutnya (tanggal 1 dst pada bulan berikutnya), belum jelas sampai sekarang apa penyebabnya, tapi mudah2an dengan berjalannya waktu kita bisa menemukan cara penyelesaiannya. :)

Jangan kecewa dulu, ada beberapa hal yang mungkin dapat membantu berdasarkan pengalaman saya sebagai berikut:

  1. Maret 2011: Tidak melakukan apa-apa, hehehe..karena inilah pertama kali error ini menampakkan dirinya, saya hanya melakukan cancle transaksi, lalu mengulangi konfirmasi produksi, dan transaksi berhasil. Tapi tentu saja setelah berjam-jam kebingungan dan mencari-cari solusi di internet.
  2. April 2011: Mukjizat tidak terjadi 2 kali dengan semudah itu. Mengulangi Konfirmasi tidak menyelesaikan masalah, setelah beberapa jam berusaha dan berdoa tentunya, saya bertanya ke modul Controlling, apakah mereka melakukan suatu hal dgn sedikit nada menuduh :p ternyata ada sesuatu yang menarik, Controlling sempat melakukan Actual Splitting atau sejenis itulahh :D dan kemudian masalah selesai setelah Controlling melakukan reverse actual splitting hohoho..d(^o^)b
  3. Mei 2011: Controlling belum memulai proses apa-apa, cancle konfirmasi tidak berhasil. Akhirnya yang saya lakukan adalah Reprocessing Error Good Movement dari Tcode COGI untuk sebagian transaksi, dan selalu tersisa satu record terakhir dan di saat2 terakhir transaksi bisa masuk dengan cara normal tanpa sebab2 yang jelas :p Alhamdulillah..

Beberapa Kesimpulan:

  • Tidak ada hubungan dengan Role Matrix/Authorization, karna setelah saya cek, Authorization Object dan Field yang diminta benar2 ngaco luar biasa
  • Saat mengakali transaksi pada pengalaman ke-3, yaitu Save COGI, Posting Date tetap 31 Mei, tetapi Document Date berubah dari 2 Juni menjadi 31 Mei. Mungkin jika muncul error seperti ini lagi kita bisa coba masukkan tanggal Document Date yang sama dengan tanggal Posting Date
  • Error ini biasanya hanya terjadi pada Order yang Materialnya menggunakan Recursive BOM (quantity dalam jumlah besar, sejumlah total produksi untuk material tsb)
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.